World Coffee Research (WCR) hari ini mengumumkan perluasan Innovea Global Coffee Breeding Network, yang kini mencakup pemuliaan robusta selain arabika. Pengumuman ini menandai bergabungnya Vietnam dan Ghana—dua dari lima negara yang kini ambil bagian dalam program robusta—sehingga total kemitraan nasional meningkat menjadi 11 negara, yang secara kolektif menghasilkan 40% dari pasokan kopi dunia.
CEO WCR, Dr. Jennifer “Vern” Long, menegaskan bahwa model kolaboratif Innovea mampu mempercepat inovasi genetika tanaman kopi.
“Kami memahami bahwa petani membutuhkan varietas arabika dan robusta yang lebih baik secepat mungkin—untuk menghadapi perubahan iklim, meningkatkan profitabilitas, dan menjaga keberlanjutan pasokan. Dengan bekerja bersama, kemajuan dapat dicapai lebih cepat dan lebih efisien,” ujarnya.
Program Pemuliaan Kopi Global Paling Ambisius dalam Sejarah
Innovea disebut sebagai program pemuliaan kopi paling terkoordinasi secara global yang pernah ada. Kolaborasi ini mempertemukan lembaga penelitian dari Asia, Amerika Latin, dan Afrika untuk mengembangkan generasi baru pohon kopi yang lebih tahan iklim dan berproduksi tinggi.
Melalui jaringan ini, negara peserta memperoleh akses ke:
materi genetik arabika dan robusta terbaru,
pendekatan pemuliaan modern,
alat dan metodologi bersama,
serta koneksi langsung dengan peneliti di seluruh dunia.
Pendekatan kolaboratif ini mengubah pemuliaan kopi menjadi motor inovasi global—sebuah inisiatif yang masuk daftar “Best Inventions of 2025” menurut TIME Magazine.
Pengumuman perluasan jaringan ini disampaikan dalam pertemuan global para pemulia kopi dari 15 program pemuliaan, diselenggarakan oleh Cenicafé di Kolombia.
Vietnam dan Ghana Bergabung, Enam Negara Kini Memimpin Pemuliaan Robusta
Selain menyambut dua anggota baru, empat negara yang sudah tergabung—India, Indonesia, Rwanda, dan Uganda—akan memperluas portofolionya untuk mencakup pemuliaan robusta. Enam negara ini secara kolektif mengekspor 64% robusta dunia.
Dr. Ha dari Western Highlands Agriculture and Forestry Science Institute (WASI) Vietnam menyatakan:
“Sebagai produsen dan eksportir robusta terbesar di dunia, Vietnam bangga dapat mendukung petani melalui kolaborasi ini yang mempercepat pengembangan varietas tahan iklim dan mampu menjaga daya saing ekspor.”
Direktur ICCRI Indonesia, Dini Astika Sari, juga menekankan peluang besar bagi Indonesia:
“Kami antusias bergabung dalam jaringan pemuliaan robusta WCR untuk mempercepat pengembangan varietas unggul yang cocok bagi Indonesia. Kerja sama ini akan meningkatkan produktivitas, kualitas, keberlanjutan, dan kesejahteraan petani kecil.”
Investasi Global untuk Masa Depan Kopi
Jaringan Innovea didanai oleh 200 perusahaan anggota WCR dari 30 negara, yang berinvestasi untuk memastikan keberlanjutan pasokan kopi berkualitas bagi masa depan.
Jim Trout, Wakil Presiden R&D Kopi di The J.M. Smucker Co., menyoroti potensi besar robusta:
“Robusta memiliki potensi besar dari sisi produktivitas dan toleransi kekeringan. Perluasan jaringan Innovea akan membantu memaksimalkan potensi ini, memperkuat keberagaman asal, dan memberikan cita rasa yang disukai konsumen.”
Suntikan Genetik Baru untuk Robusta Dunia
Untuk memulai pemuliaan robusta, WCR menggunakan koleksi pohon robusta dari CIRAD (Perancis). Tim pemulia WCR kemudian mengawinkan berbagai genotipe dalam kombinasi baru untuk menghasilkan sumber genetik yang lebih luas.
“Varietas robusta yang dihasilkan dari program ini akan memberikan pohon yang sangat produktif dan tahan iklim,” jelas Dr. Tania Humprey, Direktur Riset WCR.
Bibit generasi baru ini kini sedang diperbanyak dan akan mulai dikirim kepada negara peserta pada 2027. Setiap negara akan menerima 1.000 pohon unik untuk pengujian kinerja, dengan fokus pada:
ketahanan iklim,
hasil panen tinggi,
ketahanan penyakit,
dan peningkatan kualitas cangkir.
