Selama periode Januari hingga Agustus 2025, ekspor kopi Kolombia ke Amerika Serikat meningkat sebesar 14,7%, mencapai lebih dari 3,3 juta karung (masing-masing 60 kg) — menurut data dari Direktorat Jenderal Bea dan Pajak Kolombia (DIAN) yang dianalisis oleh Analdex dan Asoexport. Dengan hasil ini, Kolombia kini muncul sebagai kandidat utama untuk menggantikan Brasil sebagai pemasok kopi terbesar ke pasar AS, yang merupakan pasar konsumsi kopi terpenting di dunia.
Presiden Asoexport, Gustavo Gómez, menyatakan:
“Arus ekspor kopi global sedang berubah akibat kebijakan tarif. Dalam konteks ini, Kolombia berpeluang menjadi pemasok utama kopi untuk Amerika Serikat. Ini adalah kabar baik, karena meningkatnya permintaan terhadap kopi Kolombia di pasar internasional dapat memberikan pendapatan yang lebih tinggi bagi keluarga petani kopi di dalam negeri.”
Dampak dari Ketegangan Perdagangan AS–Brasil
Peluang ini muncul di tengah perang tarif antara Amerika Serikat dan Brasil yang telah berdampak nyata pada perdagangan kopi global. Menurut Dewan Eksportir Kopi Brasil (Cecafé), ekspor kopi Brasil ke AS pada tahun 2025 turun 20,7%, dari 5 juta menjadi 4 juta karung.
Selain itu, produksi domestik yang stabil serta harga kopi internasional yang tinggi telah memperkuat posisi kopi sebagai komoditas pertanian ekspor utama Kolombia. Dalam delapan bulan pertama tahun 2025, nilai ekspor kopi mencapai USD 4,1 miliar, meningkat 76% dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Menurut Analdex, jika tren ini berlanjut, nilai ekspor kopi Kolombia tahun 2025 dapat melampaui USD 5 miliar, menjadi angka tertinggi dalam sejarah industri kopi negara tersebut. Harga rata-rata kopi internasional pada periode ini mencapai 354,31 sen AS per pon, naik 140 sen dibandingkan tahun sebelumnya — faktor penting yang mendorong pertumbuhan luar biasa ini.
Memperkuat Kepemimpinan di Pasar AS
Presiden Analdex, Javier Díaz Molina, menegaskan:
“Kita sedang berada pada momen yang sangat menentukan. Kopi Kolombia dapat memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam kualitas dan volume di pasar Amerika Serikat.”
Perkembangan ini juga membawa pendapatan penting bagi wilayah penghasil kopi Kolombia. Provinsi seperti Huila (17,8%), Antioquia (13,2%), Tolima (12,6%), dan Cauca (11,3%) memimpin produksi nasional, dengan total kontribusi lebih dari setengah panen tahun 2024.
Perusahaan anggota Asoexport memperkirakan bahwa pada akhir tahun 2025 mereka akan menyumbang USD 3,7 miliar terhadap total ekspor kopi, yang akan meningkatkan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Tidak Hanya Pasar Amerika Serikat
Selain Amerika Serikat, Analdex juga mencatat pertumbuhan signifikan di berbagai pasar strategis lainnya. Jerman, pasar ekspor terbesar kedua bagi Kolombia, mencatat kenaikan impor kopi sebesar 30% pada tahun 2025. Selain itu, pasar seperti Prancis (+223%), Belanda (+65%), Norwegia (+46%), dan Meksiko (+38%) juga menunjukkan peningkatan yang kuat.
Pasar berkembang seperti India, Mesir, Estonia, dan Republik Dominika juga menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa, menandakan strategi diversifikasi geografis yang efektif dalam industri kopi Kolombia.
Cumbre Cafetera 89 – Langkah Strategis
Untuk menganalisis secara menyeluruh dinamika baru ini, Analdex dan Asoexport akan mengadakan Konferensi Kopi Cumbre Cafetera 89 di Cartagena pada 6–7 November 2025. Acara ini akan membahas berbagai topik, antara lain:
Kepemimpinan Kolombia di pasar kopi Amerika Serikat,
Tantangan pembangunan berkelanjutan,
Logistik ekspor,
Dampak hubungan bilateral terhadap sektor pertanian.
Konferensi ini akan dihadiri oleh perwakilan pemerintah, asosiasi industri, perusahaan eksportir, dan pakar internasional, dengan sesi diskusi tingkat tinggi mengenai masa depan kopi Kolombia dalam perdagangan global.
