baocaphe.org—Pada Agustus 2025, komunitas kopi global hampir “tercekat” ketika mendengar bahwa satu lot kopi dari Hacienda La Esmeralda pada lelang Best of Panama terjual dengan harga 30.204 USD/kg. Angka ini tiga kali lipat rekor tahun 2024 (10.013 USD/kg) dan menjadi harga tertinggi yang pernah tercatat dalam sejarah lelang kopi spesial.
Yang lebih mengejutkan: pembelinya adalah Julith Coffee & Roasters – sebuah merek di Dubai yang baru dibuka… satu minggu sebelum lelang. Jika dihitung sederhana, harga tersebut setara dengan 545 USD untuk satu double shot 18 gram, belum termasuk biaya operasional atau tenaga kerja.
Tren harga super tinggi: bukan lagi fenomena tunggal
Faktanya, harga-harga fantastis ini bukan hanya terjadi sekali. Dalam beberapa tahun terakhir:
Ethiopia (9/2025): Alo Coffee menjual satu lot dengan harga 1.739 USD/kg, memecahkan rekor nasional yang ditetapkan beberapa bulan sebelumnya.
Yaman (9/2025): Best of Yemen mencetak rekor baru 1.878 USD/kg, menjadi tahun ketiga berturut-turut rekor harga kopi Yaman kembali dipecahkan.
Meski hanya mewakili 0,1% dari total kopi global, dampak dan perhatian yang mereka ciptakan bagi industri sangat besar. Apa yang memicu gelombang harga super tinggi ini? Dan siapa sebenarnya yang sanggup membayar ratusan hingga ribuan USD untuk satu cangkir espresso?
Sejarah lelang kopi: dari meredup hingga bangkit kuat
Lelang pernah memainkan peran penting dalam perdagangan kopi sejak awal abad ke-20, namun kemudian kehilangan posisi ketika pasar berjangka berkembang dan perdagangan langsung meluas.
Segalanya berubah pada akhir 1990-an ketika Cup of Excellence (CoE) hadir. Organisasi ini memelopori lelang kopi berkualitas tinggi secara daring, menghubungkan petani langsung dengan pembeli di seluruh dunia.
Menurut Susie Spindler – Pendiri CoE:
“Sebelum CoE, sangat jarang pembeli dapat bertemu petani atau mengetahui detail wilayah asal kopi. CoE menciptakan mekanisme transparansi dan membuka akses pasar internasional bagi ribuan petani kecil.”
Kini CoE berkembang menjadi sistem lelang di 17 negara, memberi peluang bagi petani kecil menampilkan kopi terbaik mereka.
Efek Panama: Geisha yang mengubah permainan
Berbicara tentang lelang kopi tidak lengkap tanpa menyebut Panama Geisha.
Pada 2004, lot Geisha dari Hacienda La Esmeralda terjual dengan harga 9,50 USD/kg – angka mengejutkan pada masa itu – dan membuka “era keemasan” Geisha Panama. Dari sana, Geisha menjadi simbol kopi ultra-premium, sering muncul dalam kompetisi barista dunia.
Rachel Peterson, perwakilan farm, mengatakan:
“Itu adalah momen yang membelah sejarah menjadi sebelum dan sesudah Geisha. Ini mendorong Panama berinovasi dalam proses, pemisahan lot, kontrol kualitas, dan memicu ledakan kopi spesial global.”
Lelang – Alat marketing mahal tetapi efektif?
Banyak roaster besar melihat lelang sebagai kunci untuk memposisikan merek mereka. Misalnya, Angelino’s Coffee (Los Angeles) membeli 16 lot pemenang CoE pada 2024, termasuk 12 lot peringkat pertama.
Pendiri Kirk Bedrossian menjelaskan bahwa lelang adalah cara:
menghormati petani,
menunjukkan visi serta ambisi merek,
dan memberikan pengalaman “satu-satunya” kepada pelanggan.
Menurutnya:
“Kopi sekarang seperti wine dan whisky – pelanggan mencari kopi yang langka, unik, dan bersedia membayar mahal demi pengalaman tersebut.”
Jadi, siapa sebenarnya yang membeli kopi super mahal ini?
Menurut David Paparelli – CEO M-Cultivo (pengelola banyak lelang besar) – pembeli biasanya termasuk 4 kelompok:
Importir
Roaster premium
Broker produk mewah
Pembeli pribadi untuk para miliarder (personal shoppers)
Paparelli menggambarkan pasar saat ini:
“Lelang kopi telah memasuki segmen kemewahan sejajar dengan wine, whisky, jam tangan, dan seni. Nilai kopi adalah jumlah yang bersedia dibayar oleh pembelinya.”
Selain faktor koleksi, harga super tinggi juga menciptakan efek branding bagi negara maupun petani. Jika sebuah farm menjual kopi 30.000 USD/kg, itu menjadi “jangkar harga” untuk menegosiasikan lot lainnya.
Akankah harga terus naik?
Paparelli, Spindler, dan banyak ahli percaya tren kenaikan masih akan berlanjut karena:
permintaan pengalaman mewah meningkat,
kopi kualitas tertinggi makin langka,
merek-merek bersedia membayar mahal demi diferensiasi.
Bedrossian (Angelino’s) menilai:
“Ketika satu lot kopi terjual ribuan USD per kilogram, seluruh industri akan meninjau ulang dan menaikkan standar kualitas. Lelang menjadi tempat masa depan kopi ditulis.”
Selama 25 tahun terakhir, lelang kopi telah berubah dari alat penjualan menjadi peluncur reputasi, alat marketing, dan panggung kemewahan. Meski hanya bagian kecil dari pasar, lot kopi berharga “tidak terbayangkan” ini mendorong inovasi, transparansi, dan peningkatan standar kualitas industri.
Dan dalam perjalanan ini, mereka yang berani membayar 500 USD untuk satu espresso – dari roaster premium hingga miliarder kolektor – adalah “sponsor” yang mendukung perkembangan kopi berkualitas tinggi di seluruh dunia.
