Meskipun volume ekspor turun lebih dari 6%, nilai ekspor kopi India diperkirakan akan melampaui USD 2 miliar pada akhir tahun 2025, berkat harga kopi internasional yang tetap tinggi serta kopi India yang terus diperdagangkan dengan tingkat premium yang signifikan di pasar global.
Berdasarkan data izin ekspor yang dikeluarkan oleh Coffee Board of India, hingga 16 Desember 2025, total nilai ekspor kopi India telah mencapai USD 1,968 miliar, meningkat 21% dibandingkan USD 1,63 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan laju saat ini, total nilai ekspor sepanjang tahun sangat mungkin menembus angka USD 2 miliar, lebih dari dua kali lipat dibandingkan lima tahun lalu.
Volume turun, nilai melonjak tajam
Di tengah lonjakan nilai ekspor, volume ekspor kopi justru mengalami penurunan yang cukup signifikan. Total volume ekspor hingga pertengahan Desember hanya mencapai 366.000 ton, lebih rendah dibandingkan 391.000 ton pada periode yang sama tahun 2024, atau turun sekitar 6,4%.
Menurut sumber-sumber industri, sebagian penurunan ini disebabkan oleh peralihan sejumlah importir Eropa ke sumber pasokan yang lebih murah, mengingat harga kopi India bertahan di level tinggi dalam waktu yang cukup lama. Namun, penurunan volume tersebut tidak melemahkan nilai ekspor, karena harga jual rata-rata meningkat tajam.
Kopi India mempertahankan premium tinggi
Kopi Robusta dan Arabika India terus mendapatkan penilaian tinggi di pasar internasional, tercermin dari selisih harga (premium) yang signifikan dibandingkan bursa berjangka:
Robusta parchment AB: lebih tinggi USD 1.000 – 1.100 per ton dibandingkan harga bursa London (LIFFE)
Robusta cherry AB: premium sekitar USD 400 – 450 per ton
Arabika parchment: lebih tinggi 12 – 15 sen AS per pon dibandingkan harga bursa New York
Tingkat premium ini mencerminkan kualitas yang konsisten, ketertelusuran yang jelas, serta permintaan yang berkelanjutan terhadap kopi India, khususnya di segmen roasting dan kopi spesialti.
Pasar ekspor utama
Pada tahun 2025, Eropa tetap menjadi pasar terbesar bagi kopi India. Negara-negara importir utama meliputi:
Italia: 18%
Jerman: 11%
Belgia: 7,5%
Federasi Rusia: 5,3%
Uni Emirat Arab (UEA): 5%
Struktur pasar ini menunjukkan bahwa kopi India masih mempertahankan posisi yang kuat di pusat-pusat utama roasting dan re-ekspor dunia.
Posisi India dalam industri kopi global
Saat ini, India merupakan produsen kopi terbesar ketujuh dan eksportir terbesar kelima di dunia. Di tengah risiko pasokan global akibat perubahan iklim dan meningkatnya biaya produksi, model pertumbuhan berbasis nilai—bukan volume—yang diterapkan India menjadi contoh yang patut diperhatikan bagi negara-negara penghasil kopi lainnya.
Rekor nilai ekspor yang terus tercapai meskipun volume menurun menunjukkan bahwa harga kopi yang tinggi bukan sekadar fenomena jangka pendek, melainkan sedang membentuk ulang struktur perdagangan kopi global dalam beberapa tahun mendatang.
